Aku benci mengakui.......
bahwa kamu ibarat sirkuit kecil
yang mendiami salah satu sudut
paling gelap dan sempit dalam otakku
namun mampu mengendalikan seluruh pikiranku
Aku benci menyadari.........
bahwa dalam ingatku, lupaku, bicaraku, diamku
kamu selalu saja tersebut dan terselip
kamu adalah candu yang meracuni dan mengalir
dalam darah dan dagingku
kamu adalah udara yang terhisap dan terhela
aku terantai, terbelenggu, terpasung
dalam euforia yang memabukkan dan menyakitkan
dan sungguh.....aku benci itu.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar