INI SERABI AROMA PANDAN, KAWAN

IMPERIUM OF ME



Jumat, 15 Juli 2011

SEBUAH KEBENCIAN

Aku membencimu, sangat……karna dari segala hal yang kutahu dan kurasa, semua begitu menyiksa dan menyita. Aku membencimu sejak awal, sejak aku menyangkal hatiku sendiri bahwa kau  mulai hadir dan ada, bahwa kau  mulai meniupkan aroma sesuatu yang mampu menggelembungkan rasa yang telah terpendam, efeknya sama seperti helium yang dibelesakkan. Dan aku benar-benar tak menyukaimu….karena lihatlah hari-hari yang kulalui berikutnya, merona nelangsa, tawa perih, rindu benci, dan semua ragam rasa itu bercampur menciptakan suatu kebingungan yang membuatku linglung.
Aku benci ada perubahan dalam hidupku. Aku benci ada sesuatu yang membuatku keluar dari orbitku, benci berotasi pada sesuatu yang membuatku merasa dilambungkan namun sekaligus dihempaskan. Lalu adakah yang kau tawarkan selain rasa?.....tidak ada….dan aku hanya menggenggam angin, memeluk udara hampa, menyiduk air dengan telapak terbuka, tahukah kau rasanya?....sakit dan sia-sia.
Aku membencimu, sangat…..karna kaulah penyebab aku membenci diriku sendiri, menyadari bahwa senyummu mencanduku, tawamu menawanku, kegalauanmu meremukkanku dan segala hal tentang kamu menjajahku. Dan yang paling menyedihkan aku menikmati, menyesap, menghirup setiap kesenangan dan kesakitan itu, sampai aku lupa pada sesuatu yang bernama LOGIKA dan REALITA.
Terkadang pada satu titik kesadaranku, perlahan ku mulai membuka mata, membuka telinga, membuka sisi hati kebaikanku, berdebat dan berseteru lalu memutuskan bahwa aku telah berlaku salah dan tak adil pada sesuatu yang bukan takdirku. Namun itu tak berlangsung lama, saat kamu tersenyum padaku, maka melepuhlah semua. Aku tak bisa berpaling meski telah kucoba, berpuluh kali. Aku tak bisa lari karena sejauh apapun kusanggup berlari, selalu saja aku kembali. Aku tak mampu pergi karena setiap pintu yang kutuju, aku selalu meragu. Dan labirin yang kuciptakan mulai menjerat dan menjebakku.
Karnamu aku jadi pengecut, tak berani menghadapi segala kemungkinan yang berpotensi menimbulkan rasa sakit. Karnamu aku jadi pencemburu, menampik segala alasan yang bisa mengancam keberadaanku dihatimu. Karnamu aku jadi seorang pecundang, mengabaikan segala ketidakpantasan, ketidakwajaran yang membentuk sosok monster hipokrit dalam darah dan nadiku.
Sungguh aku membencimu………karna kau telah dengan beraninya mengajariku bagaimana rasanya mimpi indah, khayalan, harapan, semangat. Kau menyita seluruh inginku, menghapus segala dahagaku, menangguk semua beban pundakku sehingga aku mampu berdiri dan kembali menghadapi. Sungguh aku tak mampu menolakmu dengan cara dan keadaan yang tak mampu kupahami dan kujelaskan. Karnamu aku membiarkan diriku menjadi lemah, bodoh, naïf…meski kusadar betul bahwa kamu adalah sebuah UTOPIA.

Dan aku laki-laki…….aku menangis dan berteriak………..
Dan aku perempuan……aku memang pantas untuk menangis dan tersedu……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar