Aku menyepi dan menepi,menyudut dan membuat percakapan dengan diri sendiri
kembali menyapa, merenung hati.Dalam gelap mencari sesuatu bernama hakiki.
bajuku sudah lusuh, celanaku kian kumuh. Tiba saatnya berbenah membersihkan diri dari segenap nohtah. Sudah terlalu lama kularut dalam pesta, tenggelam tubuh ini sampai ke dada. maka ketika kepikukan berubah jadi hampa, aku mesti beranjak mundur dari sang fana.
Lihatlah, badan kapalku mulai retak, layarnya terkoyak dan lecak, dayung tak lengkap, kemudi tak jangkap. Sauhku terlalu lama terantai, lupaku akan waktu yang terus mengintai, tak ingatku akan tenggat yang mesti tercapai, sedang bekal yang tergenggam hanya seuntai.
Maka kubujuk nurani tuk sigapkan langkah, bergegas...kusingsingkan lengan, tangkas. Sudah saatnya mengayuh kembali, demi sepotong hidup yang berarti. Aku lipat sgala ragu, ku kemas segenap rindu, kudepak seluruh benci, kuhancurkan semua iri. Kuputuskan mengangkat sauh...dan berlayar jauh...jauh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar